Tips&Trik     By : | 28 Oktober 2015 19:00  |
0 5 0.0 stars -
 dari 0 komentar

Trading dengan Menggunakan Beberapa Indikator

Setelah Anda mengetahui bagaimana cara kerja beberapa indikator, sekarang saatnya Anda praktek langsung. Untuk sekarang, mari kita lihat apa yang terjadi jika kita menggabungkan beberapa indikator dalam satu grafik.

Jika mau, bisa saja Anda hanya mengandalkan satu indikator untuk melakukan trade. Tetapi masalahnya, kita perlu lebih dari satu indikator karena masing-masing indikator memiliki kelemahan.

banner ayo forex

Itu sebabnya banyak forex trader yang mengombinasikan  indikator-indikator yang berbeda secara bersamaan, sehingga mereka bisa menyaring banyak informasi. Umumnya, trader ini mengombinasikan 3 indikator dan tidak akan trade jika 3 indikator tersebut tidak memberikan sinyal yang sama.

Pada contoh pertama, kita dapati indikator Bollinger bands dan stochastic pada grafik pasangan EUR/USD 4-h. Karena pasar terlihat sedang memiliki rentang atau bergerak di tren mendatar, maka sebaiknya kita melihat pada lambungan Bollinger.

common-chart-indicators-example1

Periksa juga bahwa semua sinyal sell tersebut berasal dari Bollinger bands dan stochastic. EUR/USD meningkat hingga puncak band, yang biasanya bertindak sebagai level resistance.

Pada saat yang bersamaan, stochastic mencapai area overbought, dan mengindikasikan bahwa harga bisa saja segera turun.

EUR/USD jatuh di sekitar 300 pips dan Anda bisa saja menciptakan profit yang besar jika Anda ambil trade pendek tersebut.

Selanjutnya, harga menyentuh dasar band, yang biasanya bertindak sebagai level support. Ini berarti bahwa pasangan bisa melambung ke atas dari sana. Dengan stochastic di area oversold, itu berarti kita harus ‘going long’.

Jika Anda mengambil kesempatan tersebut, maka Anda akan mendapatkan sekitar 400 pips!

Di bawah ini merupakan contoh lain, dengan RSI dan MACD kali ini.

common-chart-indicators-example2

Ketika RSI mencapai area overbought dan memberikan sinyal sell, MACD segera diikuti dengan sebuah persilangan di bagian bawah, yang juga merupakan sinyal sell. Dan seperti yang bisa Anda lihat, harga benar-benar bergerak turun dari sana.

Selanjutnya, RSI masuk ke wilayah oversold dan memberikan sinyal buy. Beberapa jam kemudian, MACD membuat persilangan di bagian atas, yang juga merupakan sinyal buy. Dari sana, harga membuat peningkatan yang signifikan.

Seiring berlalunya waktu, Anda akan menemukan indikator mana yang terbaik untuk Anda. Mungkin di sini kami mencontohkan MACD, Stochastic, dan RSI, tapi mungkin Anda memiliki preferensi berbeda.

Setiap trader di luar sana telah mencoba untuk menemukan kombinasi ajaib dari indikator yang akan memberikan sinyal yang tepat sepanjang waktu, tetapi kebenarannya tidak ada hal yang semacam itu.

Kami sarankan Anda untuk mempelajari masing-masing indikator, hingga Anda mengetahui kecenderungan bagaimana indikator tersebut berperilaku relatif kepada pergerakan harga, dan kemudian gunakan kombinasi Anda sendiri yang benar-benar Anda mengerti dan cocok dengan gaya trading Anda.

Artikel Forex Terkait

Artikel Forex Lainnya

Poskan Komentar

Klik di sini untuk memberi review


Submit your review
* Required Field