Tips&Trik     By : | 8 September 2015 13:53  |
0 5 0.0 stars -
 dari 0 komentar

Tipe-Tipe Forex Order

Istilah ‘order’ dalam forex trading merujuk pada proses Anda masuk dan keluar dari sebuah trade di pasar forex. Setelah melakukan analisis, lazimnya trader akan menempatkan order untuk membuka posisi.

Forex order dibagi menjadi beberapa tipe, antara broker satu dengan yang lainnya bisa terjadi perbedaan tipe order. Untuk lebih jelasnya, mari kita ulas satu per satu tipe-tipe forex order yang ada:

banner ayo forex

1. Market order

Market order adalah forex order untuk membeli atau menjual mata uang pada harga terbaik, yang tersedia di pasar.

Contohnya: bid price untuk EUR/USD saat ini adalah 1.2140 dan ask price-nya adalah 1.2142. Jika Anda berniat membeli EUR/USD, maka pasangan mata uang tersebut akan dijual di harga ask-nya, yaitu 1.2142. Yang perlu Anda lakukan hanyalah meng-klik ‘buy’ dan platform trading Anda akan secara otomatis mengeksekusi order ‘buy’ tadi, tepat di harga 1.2142.

2. Limit-entry order

Limit-entry order adalah forex order yang ditempatkan, baik itu untuk membeli mata uang di bawah harga pasar atau menjual mata uang di atas harga pasar.

Contohnya: Kurs EUR/USD saat ini adalah 1.2050. Kemudian Anda menunggu dengan sabar di depan monitor untuk mengawasi nilainya mencapai 1.2070 (poin di mana Anda akan menjualnya), atau Anda bisa saja mengatur limit order untuk memasukkan perintah ‘menjual’ di angka 1.2070.

Jika harga mencapai 1.2070, platform trading Anda akan secara otomatis mengeksekusi perintah ‘sell’ pada harga terbaik yang tersedia.

Umumnya, Anda menggunakan tipe order ini ketika Anda yakin bahwa harga akan berbalik dan melawan prediksi yang telah Anda tentukan!

3. Stop entry order

Stop-entry order, adalah forex order yang ditempatkan untuk membeli mata uang di atas harga pasar, atau menjual mata uang di bawah harga pasar.

Contohnya: Kurs GBP/USD saat ini adalah 1.5050 dan terus meningkat. Anda yakin harga ini akan terus bergerak seperti itu jika nilainya menembus angka 1.5060. Jika demikian, Anda bisa membeli ketika nilainya menembus 1.5060 atau mengatur stop-entry order di angka 1.5060. Anda bisa menggunakan stop-entry order ketika Anda yakin bahwa harga tersebut bergerak di satu arah yang sama.

4. Stop-loss order

Stop-loss order adalah tipe forex order yang dimaksudkan untuk mencegah kerugian tambahan yang mungkin terjadi, jika pergerakan harga bergerak melawan prediksi Anda. Stop-loss order ini akan tetap berlaku hingga posisi Anda dilikuidasi atau Anda sendiri membatalkan stop-loss order tersebut.

Contohnya: Anda membeli (buy) EUR/USD di harga 1.2230. Untuk membatasi kerugian maksimum Anda, Anda mengatur stop-loss order di angka 1.2200. Ini artinya, jika ternyata analisis Anda keliru dan EUR/USD jatuh hingga angka 1.2200, platform trading Anda akan secara otomatis mengeksekusi order sell di angka 1.2200 dan menutup posisi Anda dengan kerugian sebesar 30 pip.

Stop-loss order akan sangat berguna terutama jika Anda tidak menghendaki duduk lama di depan monitor untuk mengamati seberapa banyak kerugian Anda.

5. Trailing stop

Trailing stop sejatinya merupakan sebuah tipe stop-loss order, bedanya di trailing stop, Anda juga menentukan besar kerugian yang mampu Anda tanggung.

Contohnya: Anda memutuskan untuk menjual USD/JPY di angka 90.80, dengan trailing stop-nya sebesar 20 pips. Ini artinya, stop loss Anda ada di angka 91.00. Jika harga terus turun dan menembus angka 90.60, makan trailing stop Anda akan turun ke 90.80, dan begitu seterusnya.

Baca juga: Kenali Tipe Broker: Dealing Desk dan No Dealing Desk

Posisi Anda akan terus terbuka selama harga tidak bergerak melawan Anda. Ketika harga pasar mencapai trailing stop Anda, maka akan ada perintah untuk menutup posisi Anda.

Sekarang Anda pasti sudah paham tipe-tipe forex order bukan? Kalau begitu saatnya lanjut ke materi selanjutnya yuk :).

sumber: Babypips.com

Artikel Forex Terkait

Artikel Forex Lainnya

Poskan Komentar

Klik di sini untuk memberi review


Submit your review
* Required Field