Tips&Trik     By : | 30 September 2015 21:00  |
0 5 0.0 stars -
 dari 0 komentar

Simple Moving Average VS Exponential Moving Average

Simple Moving Average VS Exponential Moving Average

Setelah membaca masing-masing penjelasan dari Simple Moving Average dan Exponential Moving Average, tentu sekarang Anda menjadi bingung manakah yang sebaiknya dipilih?

Untuk mengetahuinya mari kita telaah satu per satu dengan singkat. Pertama, jika Anda menginginkan Moving Average yang akan merespon harga dengan cukup cepat, maka periode pendek EMA adalah pilihan terbaik.

banner ayo forex

Mengapa demikian?

Periode pendek EMA akan membantu Anda dalam menangkap trend yang akan terjadi dengan lebih dini, yang mana akan menghasilkan profit yang lebih tinggi pula. Pada kenyataannya, semakin dini Anda menangkap trend, semakin besar kesempatan Anda untuk mendapatkan profit yang lebih tinggi.

Kelemahan dari EMA adalah Anda mungkin bisa saja tertipu selama periode konsolidasi. Hal ini dikarenakan Moving Average merespon begitu cepatnya terhadap harga, sehingga Anda mungkin akan berpikir bahwa trend sedang terbentuk, padahal mungkin saja itu hanya tipuan harga. Hal seperti itu yang mungkin akan terjadi jika indikator menjadi terlalu cepat.

Berbeda dengan Simple Moving Average, yang justru kebalikannya. Ketika Anda menginginkan Moving Average yang lebih halus dan lebih lambat dalam merespon pergerakan harga, maka periode SMA yang lebih panjang adalah pilihan terbaik.

Ini akan bekerja dengan baik jika Anda memakai timeframe dengan periode yang lebih panjang, karena timeframe tersebut akan memberikan gambaran keseluruhan trend.

Walaupun lambat dalam merespon pergerakan harga, tapi justru inilah yang mungkin dapat menyelamatkan Anda dari tipuan-tipuan. Kelemahannya adalah menunda Anda terlalu lama dan karenanya Anda bisa saja kehilangan timing entry yang bagus atau bahkan terlewatkan trade yang bagus.

Baca juga: Trend Bullish dan Bearish

Jika diibaratkan dengan hewan, SMA dan EMA mungkin seperti Kura-kura VS Kelinci yang sedang lomba lari.

Kura-kura sangat pelan seperti SMA, sehingga Anda bisa terlewatkan trend yang ada. Tapi bagaimanapun juga, kura-kura memiliki cangkang yang kuat untuk melindungi diri sendiri, dan persamaannya dengan SMA, bahwa ia juga memiliki proteksi untuk terhindar dari tipuan-tipuan harga.

Di sisi lain, kelinci terkenal cepat, seperti EMA dan ia dapat menolong Anda untuk menangkap trend yang lebih awal, tapi dengan risiko banyaknya tipuan-tipuan harga.

Untuk mempermudah Anda mengingat, perhatikan tabel di bawah ini:

SMA EMA
Pro Menampilkan grafik halus yang mengeliminasi sebagian besar tipuan harga. Pergerakan cepat dan bagus untuk menunjukkan harga-harga terbaru.
Kontra Pergerakan lama, yang bisa menyebabkan Anda tertinggal sinyal membeli dan menjual. Lebih cenderung banyak tipuan.

Jadi manakah yang sebaiknya saya pilih ya? Karena dua-duanya kedengarannya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Jawabannya, terserah Anda. banyak trader yang menempatkan beberapa Moving Average yang berbeda-beda untuk mendapatkan beragam perspektif. Mereka mungkin menggunakan Simple Moving Average dengan periode yang lebih panjang untuk menemukan bagaimana keseluruhan trend dan kemudian menggunakan Exponential Moving Average dengan periode lebih pendek untuk menemukan waktu terbaik untuk memasuki pasar forex.

Oke sudah jelas bukan? Yuk belajar terus istilah-itislah dalam ayoforex.com agar lebih mahir ^^.

Baca juga: Forex Support dan Resistance

Artikel Forex Terkait

percentage stop

Menempatkan Stop Loss Menggunakan Teknik Percentage Stop

cara menghitung pivot points

Cara Menghitung Pivot Points

Mengapa Anda Perlu Tahu Tentang Forex Pivot Points

Mengapa Anda Perlu Tahu Tentang Forex Pivot Points

Artikel Forex Lainnya

Poskan Komentar

Klik di sini untuk memberi review


Submit your review
* Required Field