Tips&Trik     By : | 12 Januari 2016 16:52  |
0 5 0.0 stars -
 dari 0 komentar

Sentimen Pasar Forex

Satu lagi istilah yang akan sering wara-wiri dalam kamus forex trading kita, yaitu sentimen pasar forex. Setiap forex trader pasti akan selalu memiliki pendapat yang bermacam-macam mengenai kondisi pasar forex, seperti pasar sedang bearish, pasar sedang bullish, dan lain sebagainya.

Masing-masing forex trader akan memiliki pendapat tersendiri mengapa pasar bergerak dengan arah tertentu. Ketika trading di forex, trader mengekspresikan pandangan mereka ini dengan cara mereka trade.

banner ayo forex

Namun begitu, betapapun trader telah teryakinkan bahwa pasar akan bergerak dengan arah tertentu, dan betapapun bagusnya trendline terlihat, tetap saja trader dapat berakhir dengan kekalahan.

Seorang forex trader harus menyadari bahwa keseluruhan kondisi pasar adalah kombinasi dari pandangan, ide, dan pendapat dari semua partisipan pasar forex. Ingat, semua partisipan! Nah, kombinasi inilah yang disebut dengan sentimen pasar forex.

Pendapat yang paling dominan oleh mayoritas partisipan pasar merupakan indikator terbaik untuk menjelaskan arah pasar saat tersebut.

Mengembangkan pendekatan berbasis sentimen pasar forex

Sebagai forex trader, sudah lumrah untuk dapat menafsirkan bagaimana kondisi pasar. Apakah berbagai indikator teknikal yang ada, mengarah pada kondisi bullish? Apakah ekonomi cenderung akan menghasilkan bullish pada pasar?.

Kita tentu saja tidak dapat memerintahkan pasar forex untuk bergerak sesuai kemauan pribadi, tapi yang dapat kita lakukan hanyalah bereaksi terhadap apa yang sedang terjadi pada pasar forex.

Perlu dicatat bahwa menggunakan pendekatan sentimen pasar tidak berarti akan memberikan Anda entri dan exit secara tepat pada masing-masing trade. Pendekatan sentimen pasar dapat membantu Anda apakah harus mengalir mengikuti arus atau tidak. Tapi tentu saja, Anda dapat selalu mengombinasikan analisis sentimen pasar dengan teknikal dan fundamental analisis untuk mengembangkan metode trading yang lebih baik.

Baca juga: Trading dengan Memanfaatkan Laporan Berita

 

Pada trading saham dan opsi biner, trader dapat melihat pada volume yang ditradingkan sebagai indikator sentimen. Jika harga saham meningkat, tetapi volume turun, maka bisa jadi itu berarti bahwa pasar sedang over pembelian. Jika saham yang menurun tiba-tiba berbalik dengan volume tinggi, maka itu berarti bahwa sentimen pasar mungkin saja berubah dari bearish ke bullish.

Sayangnya, karena trading di pasar forex sangatlah besar hingga sulit dihitung, maka tidak ada pasar yang terpusat. Ini artinya bahwa volume mata uang yang diperdagangkan tidak dapat dihitung dengan mudah.

Baca juga: Pilih Trading di Forex atau Saham Online?

Artikel Forex Terkait

Artikel Forex Lainnya

Poskan Komentar

Klik di sini untuk memberi review


Submit your review
* Required Field