Berita Forex     By : | 25 Juni 2015 02:12  |
0 5 0.0 stars -
 dari 0 komentar

Perang Mata Uang: Tiongkok Berhenti Tumbuh

Ketika sebuah negara ‘memancangkan’ mata uangnya ke mata uang lain yang lebih besar nilainya, seperti US dollar, ini akan berimbas pada operator kebijakan moneter di negara lain. Hal Ini memberikan 2 keuntungan, pertama memaksakan kedisiplinan kepada pihak lain atau memaksakan rezim moneter yang lebih keras. Kedua, membiarkan seseorang tertekan terhadap kebijakan kontroversial seperti QE.

Tapi tentu saja, ada sisi buruk dari membiarkan orang lain mengatur hal-hal penting tersebut. Dan dalam kasus ini, ketika negara lain mengacaukan kebijakan moneternya sendiri, ‘pancang’ tersebut dapat menjadi bencana tambahan. Contoh untuk kasus ini adalah Tiongkok, dengan mata uang Yuan-nya berpasangan dengan US Dollar. Seperti diilustrasikan oleh grafik di bawah ini, hubungan keduanya cukup stabil pada tahun sebelumnya.

banner ayo forex

1

Baca juga: Pilih ‘Pasangan’ Mata Uang Terbaikmu untuk Forex Day Trading!

Tetapi selama tahun tersebut, Dollar membubung tinggi melawan negara-negara lain. Dengan demikian Yuan juga membubung tinggi. Jika dibandingkan dengan Euro maka seperti terlihat pada grafik di bawah.

2

Dan karena ekspor Tiongkok dalam mata uang Yuan, maka harga barang ekspor mereka menjadi lebih mahal sekitar 20% di tahun sebelumnya. Hal ini, berdasarkan ilmu ekonomi dasar dan pengetahuan umum, akan berimbas pada kurangnya daya jual Tiongkok kepada orang asing dan akhirnya ekonomi Tiongkok melambat.

Sumber: Talkmarkets.com

Artikel Forex Terkait

j. yellen

Dolar Sedikit Menguat Jelang Pidato J. Yellen

Artikel Forex Lainnya

Poskan Komentar

Klik di sini untuk memberi review


Submit your review
* Required Field