Berita Forex     By : | 17 Mei 2016 10:51  |
0 5 0.0 stars -
 dari 0 komentar

Pengaruh Kebijakan Moneter terhadap Pasar Forex

Di dalam artikel-artikel di ayoforex, sering disebutkan pentingnya wewenang dari pemerintah nasional dan bank sentralnya dalam mengatur perintah ekonomi. Saking pentingnya hingga apapun yang terjadi pada pemerintah nasional melalui bank sentralnya, dapat mengakibatkan riak-riak kecil hingga ombak besar pada pasar forex.

Bank sentral dan kebijakan politik berjalan beriringan, seiya sekata. Jadi, ini artinya kita tidak dapat membicarakan salah satunya, tanpa membicarakan salah satu yang lain. Kita harus membicarakan keduanya sekaligus.

banner ayo forex

Beberapa mandat dan target sangat mirip dengan Bank Sentral dunia, masing-masing memiliki rangkaian target yang unik yang dibawa oleh ekonomi khusus. Pada akhirnya, keijakan moneter bermuara pada promosi dan pemeliharaan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Untuk mencapai target, Bank Sentral menggunakan kebijakan moneter untuk mengontrol beberapa hal berikut ini:

  1. Suku bunga yang terikat pada jumlah uang
  2. Kenaikan inflasi
  3. Cadangan uang
  4. Persyaratan cadangan lebih dari bank
  5. Pinjaman ke bank komersial

Tipe-tipe Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter bisa disebutkan dalam beberapa cara yang berbeda. Kontraktif atau kebijakan moneter terbatas terjadi jika ada penurunan cadangan keuangan. Tapi, selain itu bisa juga terjadi karena adanya kenaikan suku bunga.

Alasan Mengapa Suku Bunga Penting untuk Forex Trader

Tujuan dibalik tindakan ini adalah untuk memperlambat pertumbuhan ekonomi dengan adanya suku bunga yang tinggi. Meminjam uang menjadi lebih sulit dan lebih mahal, yang mana ini akan mengurangi angka penggunaan uang untuk pembelanjaan maupun investasi, baik itu konsumen atau pelaku bisnis.

Kebijakan Moneter Ekspansif, di sisi lain, dapat dikatakan ini adalah kebijakan untuk menyebarkan atau meningkatkan cadangan keuangan, dan menurunkan suku bunga.

Dengan begini, biaya untuk meminjam uang akan menurun dengan harapan akan menaikkan penggunaan uang baik itu untuk pembelanjaan maupun investasi.

Kebijakan Moneter Akomodatif bertujuan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi dengan menurunkan suku bunga, sedangkan kebijakan moneter ketat diatur untuk mengurangi inflasi atau mengendalika pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan suku bunga.

Kemudian, Kebijakan Moneter Netral cenderung digunakan untuk menciptakan pertumbuhan dan memerangi inflasi.

Hal penting yang patut untuk diingat mengenai inflasi adalah bahwa Bank Sentral biasanya memiliki angka target inflasi yakni sebesar 2%. Memang hal yang seperti ini tidak pernah disebutkan ke publik secara spesifik, tetapi kebijakan moneter mereka beroperasi dan berfokus untuk mencapai zona nyaman ini.

Ini karena beberapa inflasi dianggap sebagai hal yang bagus, tetapi inflasi yang tidak terkontrol bisa menghilangkan orang-orang yang percaya diri dengan ekonomi mereka, pekerjaan, dan akhirnya, uang yang mereka miliki.

Dengan memiliki target inflasi, Bank Sentrl membantuk partisipan pasar untuk mengerti lebih baik bagaimana Bank Sentral berurusan dengan dunia ekonomi saat ini.

Supaya lebih jelas, mari kita lihat contoh berikut ini:

Pada bulan Januari 2010, inflasi di UK mencapai 3.5% dari 2.9% hanya dalam kurun waktu 1 bulan. Dengan target inflasi yang hanya sebesar 2%, maka angka 3.5% berada di atas zona nyaman Bank of England.

Mervyn King, gubernur dari Bank of England, menyebutkan bahwa angka yang tiba-tiba melonjak ini dikarenakan faktor temporal saja. Ia juga menyebutkan bahwa angka inflasi saat ini (3.5%) akan kembali turun dengan tindakan minimal dari Bank of England.

Pernyataan Mervyn King tersebut tidak pedulia apakah akan terjadi atau tidak terjadi, bukanlah poin utamanya. Yang diinginkan masyarakat adalah bahwa market berada dalam keadaan yang baik ketika diketahui bahwa Bank Sentral melakukan atau tidak melakukan sesuatu terkait dengan target suku bunga mereka.

Mudahnya, baik trader dan Bank Sentral menyukai stabilitas. Ekonomi seperti halnya stabilitas. Dengan mengetahui adanya target inflasi maka trader akan lebih mudah mengerti mengapa Bank Sentral melakukan apa yang ia lakukan sekarang ini.

Lingkaran Kebijakan Moneter

Jika anda mengikuti ekonomi dan dollar US, maka ingatlah beberapa tahun sebelumnya ketika The Fed meningkatkan suku bunga sebesar 10%.

Itu adalah hal tergila yang pernah dilakukan oleh The Fed, dan dunia finansial menjadi gempar! Semua media memberitakan hal ini dan efeknya…

Harga minyak melambung dan harga susu seperti harga emas!

Kebijakan moneter tidak akan pernah berubah secara dramatis seperti itu. Sebagian besar perubahan kebijakan dibuat dengan perubahan kecil saja, penyesuaian tambahan karena para petinggi di Bank Sentral berpotensi menciptakan kekacauan di tangan mereka jika suku bunga berubah secara radikal.

Jika hal semacam itu terjadi, maka tidak hanya trader individu saja yang akan hancur, tapi keseluruhan ekonomi juga. Ini mengapa normalnya kita akan melihat suku bunga hanya berubah sedikit saja, dari .25% ke 1%. Lagi-lagi, Bank Sentral hanya menginginkan stabilitas harga, bukan sebuah gelombang besar yang menghancurkan.

Kenaikan Suku Bunga Acuan The Fed: Apakah akan Berimbas pada Pasar Forex?

Hal lainnya adalah, berapa lama jangka waktu suku bunga akan berubah. Faktanya, suku bunga bisa bertahan beberapa bulan hingga beberapa tahun. Seperti halnya forex trader yang mengumpulkan dan mempelajari data untuk bahan mereka trading, hal yang sama juga dilakukan oleh Bank Sentral. Hanya saja, Bank Sentral berfokus pada pembuatan keputusan untuk keseluruhan ekonomi, bukan sekedar satu trade.

Nah, sudah pahamkah anda mengenai kebijakan moneter oleh Bank Sentral?

Diambil dari: Babypips.com

Artikel Forex Terkait

Artikel Forex Lainnya

Poskan Komentar

Klik di sini untuk memberi review


Submit your review
* Required Field