Tips&Trik     By : | 13 April 2016 16:32  |
0 5 0.0 stars -
 dari 0 komentar

Menggunakan Fibonacci Retracement Level untuk Memasuki Pasar

Masih mengenai cara bermain forex yang baik dan benar, kini kita akan kembali mempelajari tentang fibonacci. Sebelumnya, ayoforex pernah membahas fibonacci secara umum di artikel ‘Kenalan singkat dengan Fibonacci’.

Supaya mudah diingat, fibonacci paling baik digunakan saat market/pasar sedang trending (saat pasar sedang mengalami uptrend atau downtrend yang terlihat jelas).

banner ayo forex

Triknya adalah:

  1. Melakukan buy pada retracement saat level Fibonacci support ketika pasar sedang mengalami uptrend.
  2. Melakukan sell pada retracement saat level Fibonacci resistant, ketika pasar sedang mengalami downtrend.

Bagaimana menemukan level fibonacci retracement?

Untuk menemukan level fibonacci retracement, seorang trader harus mampu melihat swing high dan swing low pada chart. Pada saat pasar sedang mengalami downtrend, klik pada swing high kemudian tariklah kursor ke arah swing low.

Lakukan hal yang sebaliknya ketika pasar sedang mengalami uptrend, yaitu klik pada swing low kemudian tarik kursor ke arah swing high.

Supaya lebih jelas, mari kita pelajari satu per satu mengenai hal ini.

1.Ketika pasar sedang mengalami uptrend

fibonacci retracement

Gambar di atas adalah chart pasangan mata uang AUD/USD pada timeframe daily chart. Pada grafik tersebut tempatkan sebuah indikator fibonacci retracement, dengan meng-klik pada swing low, yakni pada titik 0.6955 tepat pada tanggal 20 April.

Selanjutnya, tarik kursor dari titik swing low tersebut ke arah swing high, yakni pada titik 0.8264 pada tanggal 1 Juni. Software akan secara otomatis menampilkan level fibonacci retracement.

Pada chart di atas, level fibonacci retracement yang ditampilkan adalah 0.7955 (0.236 atau 23.6%), 0.7764 (0.382 atau 38.2%), 0.7609 (0.500 atau 50.0%), 0.7454 (0.618 atau 61.8%), 0.7263 (0.764 atau 76.4%).

Jika pasangan AUD/USD kembali menyusuri titik tertinggi pada chart, maka level support akan berada pada salah satu level fibonacci retracement tersebut di atas. Di level tersebut pulalah trader akan menempatkan order buy mereka.

Sekarang, perhatikan apa yang terjadi setelah swing high terjadi (lihat gambar di bawah ini).

fibonacci tools

Setelah swing high terjadi, harga kembali turun di level 23.6% dan terus turun selama beberapa minggu kemudian. Harga terus turun hingga ke level 38.2% tapi tidak bisa turun lagi lebih dari level tersebut.

Kemudian, harga kembali naik pada pertengahan juli, bahkan hingga melampaui level swing high pada tanggal 1 juni. Di sini, melakukan buy pada level 38.2% akan menghasilkan profit khusus untuk trade jangka panjang.

2.Ketika pasar sedang mengalami downtrend

Sekarang, mari kita beralih pada pasar yang sedang mengalami downtrend. Di bawah ini adalah chart 4h untuk pasangan mata uang EUR/USD.

fibonacci retracement

Pada chart di atas, dapat kita temui swing high pada tanggal 25 Januari, tepatnya di level 1.4195. beberapa hari kemudian, yakni pada tanggal 1 Februari, kita temui swing low di level 1.3854. Dengan metode yang sama, level fibonacci retracement yang ditampilkan adalah 1.3933 (23.6%), 1.3983 (38.2%), 1.4023 (50.0%), 1.4064 (61.8%) and 1.4114 (76.4%).

Selanjutnya,  lihat chart di bawah ini.

fibonacci

Pasar terlihat berusaha untuk bergerak dengan cepat, tetapi terhenti di bawah level 38.2% sebelum naik ke level 50.0%. Jika ada seorang trader yang cukup jeli melihat ini dan membuat order pada titik 38.2% atau 50.0%, maka profit pasti dapat diraih.

Pada dua contoh di atas, dapat kita lihat bahwa harga dapat menemukan sendiri level support dan resistance sementara, di level fibonacci retracement. Setiap trader yang menggunakan fibonacci tool, maka level fibonacci retracement menjadi level support dan resistance meski tidak semua.

Tapi, ketentuan di atas tentu tidak selalu terjadi. Artinya, harga tidak selalu berbalik dari level-level yang disediakan oleh fibonacci tools. Hanya saja, level-level yang disediakan oleh fibonacci tools tersebut, dapat kita jadikan area prioritas.

Ada satu hal lagi yang perlu anda ketahui, yakni bahwa penggunaan fibonacci tools yang tidak selalu sederhana seperti kelihatannya. Jika dipandang terlalu sederhana, maka trader akan selalu menempatkan order buy atau sell mereka pada level fibonacci retracement, dan pasar akan terlihat selalu dalam keadaan trending, padahal sesungguhnya tidak demikian.

Artikel Forex Terkait

Artikel Forex Lainnya

Poskan Komentar

Klik di sini untuk memberi review


Submit your review
* Required Field