Tips&Trik     By : | 2 Oktober 2015 09:00  |
0 5 0.0 stars -
 dari 0 komentar

Menemukan Trend dengan Memanfaatkan Moving Average

Seperti yang telah disebutkan pada artikel-artikel sebelumnya, Moving Average (selanjutnya disingkat MA) berguna untuk menentukan trend, dan cara yang paling sederhana adalah dengan menempatkan Single Moving Average di dalam grafik. Ketika pergerakan harga yang ada cenderung bertahan di atas MA, maka hal tersebut bisa menjadi pertanda bahwa harga sedang mengalami uptrend secara general.

Namun, jika pergerakan harga cenderung bertahan di bawah MA, maka hal tersebut mengindikasikan bahwa grafik sedang mengalami downtrend.

banner ayo forex

Moving Average

Masalahnya, skema di atas terlalu sederhana. Misalkan saja, USD/JPY sedang mengalami downtrend, tetapi kemudian laporan berita fundamental keluar dan hal ini menyebabkan gelombang besar kenaikan.

Perhatikan gambar di bawah ini

Moving Average

Jika Anda lihat, harga saat ini berada di atas MA, kemudian Anda akan otomatis berpikir bahwa pasangan USD/JPY tersebut sedang berganti arah. Lalu Anda lantas berpikir bahwa ini pertanda untuk membeli (buy).

Baca juga: Menggunakan Moving Average sebagai Support dan Resistance Dinamis

Kemudian Anda memutuskan untuk membelinya begitu saja, bahkan Anda membeli jutaan unit karena Anda percaya diri bahwa USD/JPY akan terus naik. Padahal yang terjadi kemudian…

Moving Average

Ternyata itu hanya tipuan! Trader hanya bereaksi terhadap berita fundamental, tetapi trend sebelumnya terus berlanjut dan harga terus turun!

Untuk menghindari hal ini, beberapa trader umumnya menempatkan beberapa MA dalam grafik di patform masing-masing, alih-alih hanya menempatkan satu MA. Hal ini akan memberikan sinyal yang lebih jelas mengenai pasangan tersebut, sedang mengalami trending naik atau trending turun berdasarkan urutan MA.

Dalam sebuah uptrend, Moving Average yang semakin cepat harus berada di atas Moving Average yang semakin lambat. Contohnya, bila kita memiliki 2 MA: periode MA 10 dan periode MA 20. Dalam grafik Anda, maka akan terlihat seperti gambar di bawah ini.

Moving Average

Gambar di atas merupakan grafik harian USD/JPY. Di keseluruhan uptrend, SMA 10 berada di atas SMA 20. Seperti yang dapat Anda lihat pada grafik di atas, Anda bisa menggunakan Moving Average lebih dari satu, untuk membantu Anda menunjukkan apakah sebuah pasangan mata uang sedang mengalami uptrend ataupun downtrend. Dengan mengkombinasikan hal ini dan pengetahuan Anda tentang trendline, maka Anda akan terbantu untuk menentukan apakah Anda akan membeli atau menjual mata uang.

Anda juga bisa mencoba meletakkan lebih dari 2 Moving Average pada grafik. Selama garis berada dalam urutan yang tepat (dari yang paling cepat ke yang paling lambat untuk uptrend dan dari yang paling lambat ke yang paling cepat untuk downtrend), maka Anda akan dapat menentukan apakah sebuah pasangan sedang uptrend atau downtrend.

Begitulah, intinya pasang indikator Moving Average lebih dari satu dalam grafik di platform Anda J. Tunggu tips forex lainnya di ayoforex.com ya.

Baca juga: Moving Average Crossover, Indikator Jika Tren Baru Terbentuk

sumber: Babypips.com

Artikel Forex Terkait

percentage stop

Menempatkan Stop Loss Menggunakan Teknik Percentage Stop

cara menghitung pivot points

Cara Menghitung Pivot Points

Trader VS Gambler

Trader VS Gambler

Artikel Forex Lainnya

Poskan Komentar

Klik di sini untuk memberi review


Submit your review
* Required Field