Berita Forex     By : | 23 Juni 2016 13:42  |
0 5 0.0 stars -
 dari 0 komentar

Isu BREXIT (British Exit) pada Pasar Forex

BREXIT atau British Exit menjadi terkenal beberapa hari terakhir ini. Pada hari ini tanggal 23 Juni 2016, akan diadakan referendum/jajak pendapat mengenai keanggotaan Inggris dalam Uni Eropa.

Peristiwa BREXIT ini serupa dengan yang pernah terjadi pada Yunani sebelumnya, yaitu GREXIT atau GREEK EXIT, sebuah peristiwa keluarnya Yunani dari Uni Eropa.

banner ayo forex

Referendum BREXIT

Referendum Brexit sendiri yang rencana dilakukan hari ini, merupakan kegiatan pemungutan suara dari seluruh warga negara Inggris, Irlandia, dan Selandia Baru. Tujuannya? Jelas, untuk mencari keputusan apakah Inggris harus tetap berada di lingkaran Uni Eropa atau harus keluar seperti yang pernah dilakukan oleh Yunani.

David Cameron, Perdana Menteri Inggris terpilih pada tahun 2015, menyatakan bahwa dirinya berjanji akan mengadakan referendum terkait keanggotaan Inggris di Uni Eropa. Kini, pada tahun 2016, tepatnya bulan Juni ini, David Cameron memenuhi janjinya dengan mengadakan referendum BREXIT.

Lalu, mengapa Inggris mempertimbangkan untuk keluar dari Uni Eropa?

Sebetulnya, BREXIT bukan kali ini saja mencuat, karena sebelumnya pada tahun 1975, Inggris pernah mempertimbangkan untuk keluar dari Uni Eropa. Referendum BREXIT kemudian diadakan pada tahun itu untuk memutuskan apakah British akan tetap atau keluar. Dan hasilnya diputuskan bahwa British akan tetap berada di lingkaran Uni Eropa.

Kini, kurang lebih 40 tahun berselang setelah referendum BREXIT  yang pertama, Inggris kembali menimbang-nimbang keanggotaannya di Uni Eropa. Ini bukan tanpa sebab, beberapa golongan merasa bahwa semenjak referendum BREXIT yang pertama tersebut, hidup mereka terasa sangat dikontrol oleh Uni Eropa.

Beberapa peraturan dari Uni Eropa juga dinilai membatasi bisnis di Inggris, biaya keanggotaan yang bernilai miliaran dollar (dengan sedikit keuntungan yang diperoleh), serta prinsip ‘Free Movement’ yang diusung Uni Eropa. Free Movement yakni prinsip untuk membawa banyak imigran datang dan menetap di Inggris.

Dampak BREXIT

Ada beberapa dampak yang timbul bila Inggris sampai keluar dari Uni Eropa, beberapa di antaranya:
a. Dampak bagi Inggris

Bila Inggris keluar dari Uni Eropa, masyarakat Inggris menebak-nebak apakah biaya hidup akan semakin terjangkau bila Inggris keluar dari Uni Eropa. Bagaimana dengan bunga KPR, serta beberapa pertanyaan lainnya.

Free Movement sendiri sebetulnya membawa dampak yang signifikan bagi Inggris. Ahli ekonomi mengatakan bahwa Inggris mungkin saja akan kehilangan SDM potensial dari luar Inggris, dan sedikit banyak, ini pasti akan berpengaruh pada ekonomi Inggris ke depannya.

b. Dampak bagi Pasar Modal Amerika

Eropa dikenal menggunakan beberapa produk dari perusahaan yang bergerak di sektor makanan, minuman, dan obat-obatan. Dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa, dikhawatirkan akan berdampak pada sektor ini.

Tapi diakui oleh investor dan analis di AS, hal tersebut tidak akan berdampak begitu besar karena umumnya barang-barang di 3 sektor tersebut masih akan terus digunakan orang Eropa.

Pengaruh yang paling terlihat, mungkin akan berada pada masalah pelemahan nilai tukar mata uang pound dan euro terhadap dollar, sehingga investor akan memilih menukar investasi mereka dalam bentuk dollar AS, dan ini akan menjadikan nilai tukar dollar AS semakin tinggi.

Tentu menguatnya mata uang suatu negara akan berpengaruh kurang baik, karena ini akan meningkatkan harga barang ekspor, sehingga barang ekspor tersebut akan sulit bersaing. Akibatnya, pendapatan negara dari sisi ekspor akan berkurang.

Baca Juga:

c. Dampak bagi Indonesia

Dampak BREXIT bagi Indonesia tidak akan terlalu besar, karena Inggris berada di wilayah permainan Eropa. Namun, tetap saja akan ada dampak kecil-kecil saja.

Terutama untuk mereka yang bermain di pasar uang yang kebanyakan bermain dengan mata uang mayor seperti GBP (Pound), EUR (euro), tentu akan terkena dampaknya. Beberapa analis forex memprediksi akan adanya perluasan spread sementara, penghentian pengiriman rate, slippage meluas, dsb.

Maka, akibat adanya peristiwa ini, kemungkinan trade order akan sedikit terkendala. Stop loss order akan melenceng dari harga yang ditetapkan di awal, dan berpotensi menimbulkan kerugian melebihi margin deposit. Oleh karenanya, selama beberapa hari ini, tetaplah cermat dalam mengelola akun anda.

Artikel Forex Terkait

Artikel Forex Lainnya

Poskan Komentar

Klik di sini untuk memberi review


Submit your review
* Required Field