Tips&Trik     By : | 23 September 2015 19:00  |
0 5 0.0 stars -
 dari 0 komentar

Indikator Simple Moving Average (SMA) yang Betul-Betul Sederhana!

Indikator Simple Moving Average merupakan jenis indikator yang paling sederhana dalam analisis forex. Pada dasarnya, Simple Moving Average (biasa disingkat SMA) dihitung dengan mengalikan periode terakhir dari closing price X, dan kemudian membagi nomor tersebut dengan X.

Bingung? Pasti!

banner ayo forex

Tapi tenang, yuk kita perjelas dengan penjelasan di bawah ini:

Menghitung Simple Moving Average (SMA)

Jika Anda menempatkan 5 periode SMA dalam grafik 1 jam, maka closing prices-nya selama 5 jam ke depan, dan kemudian Anda membagi nomor itu dengan angka 5. Dari situ, Anda akan mendapatkan apa yang kita sebut sebagai Average Closing Price. Kumpulkan harga rata-rata tersebut dan Anda akan mendapatkan pergerakan rata-rata.

Jika Anda menempatkan 5 periode SMA pada grafik 10 menit, Anda akan mengalikan 10 menit tersebut menjadi 50 menit dan membaginya dengan angka 5.

Jika Anda menempatkan 5 periode SMA pada grafik 30 menit, kalikan kedua angka tersebut dan Anda akan mendapatkan angka 150 menit dan bagilah angka tersebut dengan angka 5.

Lalu apakah kita perlu repot-repot menghitung semua itu?

Jawabannya tentu saja TIDAK, platform trading MetaTrader memudahkan Anda dengan segala otomatisasinya. Anda hanya perlu duduk dan biarkan platform melakukan penghitungannya untuk Anda. Namun begitu, penting bagi Anda untuk mengetahui dasar-dasar dari sebuah penghitungan. Ini supaya Anda bisa mengatur dan menciptakan strategi berbeda seiring dengan perubahan lingkungan pasar.

Sekarang, sama seperti dengan indikator-indikator di luar sana, moving average bergerak dengan adanya penundaan. Oleh karena Anda mengambil rata-rata dari pergerakan harga di waktu sebelumnya, Anda hanya akan melihat pola umum dan arah umum dari pergerakan harga dengan jangka pendek yang mungkin terjadi di masa depan.

Perhatikan gambar di bawah ini:

simple-moving-averages

Pada grafik di atas, terdapat 3 SMA yang berbeda pada grafik 1 jam untuk pasangan mata uang USD/CHF. Seperti yang dapat Anda lihat, semakin panjang periode SMA, semakin ia ketinggalan di belakang harga.

Anda dapat melihat bahwa SMA 62 lebih jauh jaraknya dari pergerakan harga, dibanding SMA 30 dan SMA 5. Ini dikarenakan SMA 62 menambahkan closing price hingga angka di 62 periode terakhir, dan membaginya dengan 62. Semakin panjang periode yang Anda gunakan untuk mengukur SMA, semakin pelan ia bereaksi terhadap pergerakan harga.

SMA pada grafik di atas digunakan untuk menunjukkan keseluruhan sentimen pasar pada poin waktu tersebut. Dari sana, dapat kita lihat bahwa pasangan mata uang tersebut sedang mengalami trending.

Daripada hanya melihat harga pasar pada saat tersebut, moving average memberikan pandangan yang lebih luas, dan kita dapat mengukur arah umum dari harga masa depannya. Dengan menggunakan SMA, kita dapat mengetahui apakah pasar sedang trending ke atas, ke bawah atau baru mulai.

Akan tetapi, ada satu permasalahan dengan Simple Moving Average ini, yakni mereka sangat rentan. Ketika ini terjadi, SMA bisa saja memberikan sinyal yang salah, dan kemudian kita mengira bahwa trend pasangan mata uang baru sedang berkembang, padahal pada kenyataannya tak ada yang berubah.

Di pelajaran selanjutnya, ayoforex.com akan menjelaskan lebih lanjut maksudnya, dan juga akan mengenalkan Anda kepada tipe lain moving average untuk menghindari permasalahan ini.

Baca juga: Yuk, Belajar Cara Baca Chart di Forex Trading

Artikel Forex Terkait

Mengapa Anda Perlu Tahu Tentang Forex Pivot Points

Mengapa Anda Perlu Tahu Tentang Forex Pivot Points

Menggunakan Indikator Momentum untuk Memastikan Tren

Menggunakan Indikator Momentum untuk Memastikan Tren

Pilih Trading di Forex atau Saham Online?

Pilih Trading di Forex atau Saham Online?

Artikel Forex Lainnya

Poskan Komentar

Klik di sini untuk memberi review


Submit your review
* Required Field