Tips&Trik     By : | 2 November 2015 17:22  |
0 5 0.0 stars -
 dari 0 komentar

Indikator Leading vs. Lagging

Setelah sebelumnya kita telah mempelajari banyak tools yang bisa membantu Anda menganalisis potensial tren dan kesempatan trade range bound.

Untuk kali ini, kita akan mempersingkat penggunaan berbagai macam indikator grafik ini.

banner ayo forex

Penting bagi Anda untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dari masing-masing tool, sehingga Anda dapat menentukan indikator mana yang berfungsi dan mana yang tidak berfungsi.

Pertama, ada baiknya kita diskusikan konsepnya lebih dahulu. Ada beberapa tipe indikator: leading dan lagging.

Indikator leading memberikan sinyal sebelum tren yang baru terbentuk atau sebelum pembalikan terjadi.

Indikator lagging memberikan sinyal setelah tren telah dimulai dan pada dasarnya memberikan informasi bahwa kita telah ketinggalan bagian awal yang penting.

Dari konsep di atas, mungkin Anda juga akan berpikiran, ’Oh, kalau begitu saya akan bisa kaya dengan bantuan indikator leading!’, karena Anda akan bisa mendapatkan keuntungan dari tren baru tepat saat dimulainya tren.

Well, pikiran Anda bisa jadi benar.

Anda tentunya ingin menangkap keseluruhan tren setiap saat, tentu jika dan hanya jika indikator selalu benar setiap saat. Sayangnya, hal semacam itu tidak selalu terjadi.

Ketika Anda menggunakan indikator leading, Anda akan mengalami banyak sekali fakeout. Indikator leading terkenal jahat karena memberikan sinyal palsu yang bisa menyesatkan Anda.

Jadi, mau pilih leading indikator yang menyesatkan?

Tunggu dulu, masih ada pilihan lain, yakni lagging indikator, yang tidak rentan juga terhadap kepalsuan sinyal.

 Baca juga: Berbagai Macam Indikator Forex Trading yang Perlu Anda Ketahui

Indikator lagging hanya memberikan sinyal setelah perubahan harga benar-benar jelas membentuk tren. Dan Anda mungkin sudah agak terlambat untuk memasuki posisi.

Seringkali pencapaian terbesar dari tren terjadi pada batang-batang pertama, jadi dengan menggunakan indikator lagging Anda bisa saja melewatkan banyak profit.

Untuk itu, secara luas kita akan mengkategorikan semua indikator teknikal kita ke dalam 2 kategori:

1. Indikator leading atau osilator

2. Indikator lagging, mengikuti tren, atau indikator momentum

Dua kategori indikator teknikal di atas dapat saling mendukung satu sama lain, tapi mereka juga cenderung bisa berkonflik satu sama lainnya. Tentu kita tidak akan mengatakan bahwa satu atau yang lainnya harus digunakan secara eksklusif, tetapi Anda harus mengetahui perangkap yang berpotensi terjadi pada masing-masing indikator.

Artikel Forex Terkait

percentage stop

Menempatkan Stop Loss Menggunakan Teknik Percentage Stop

cara menghitung pivot points

Cara Menghitung Pivot Points

Mengapa Anda Perlu Tahu Tentang Forex Pivot Points

Mengapa Anda Perlu Tahu Tentang Forex Pivot Points

Artikel Forex Lainnya

Poskan Komentar

Klik di sini untuk memberi review


Submit your review
* Required Field