Berita Forex     By : | 10 November 2016 16:52  |
0 5 0.0 stars -
 dari 0 komentar

Donald Trump Jadi Presiden AS, Bencana untuk Pasar Uang?

Pemilu AS telah sehari berlalu, lalu bagaimanakah keadaan pasar saham dan valas saat ini?

Liputan6.com mengabarkan bahwa nilai tukar dolar AS jatuh setelah hasil pemilu keluar, yang mana suara mayoritas penduduk AS memilih Donald Trump sebagai presiden ke 46 Amerika Serikat.

banner ayo forex

Dunia langsung merespon hasil pemilu AS kemarin. Tak heran, negara adidaya ini mempengaruhi berbagai negara di dunia melalui ekonominya, sehingga kandidat presidennya pun sangat diperhatikan oleh warga dunia.

Terlebih lagi pada pemilu kali ini, AS menghadirkan dua orang berpengaruh seperti Donald Trump dan Hillary Clinton. Penduduk dunia selalu antusias untuk mengetahui siapakah yang akan menang di antara kedua orang ini.

Apalagi Donald Trump yang maju menjadi kandidat dengan kebijakan-kebijakannya yang kontroversial, terutama untuk isu imigran gelap dan Islam. Kemenangan Trump dalam pemilu kemarin telah mengejutkan masyarakat dunia, pasalnya banyak yang berharap Trump jangan sampai naik menjadi presiden AS.

Bloomberg menyebutkan bahwa kemenangan Trump dalam pemilu kemarin akan menjadi pukulan bagi pasar forex selama lima bulan terakhir. Pukulan pertama untuk dollar adalah saat Brexit (British Exit) dan pukulan kedua untuk dollar adalah saat Trump menang pemilu.

Baca juga: Dampak Brexit, Pasar Uang Tergoncang

Setelah Trump menjadi presiden terpilih berdasar election, dolar AS tercatat jatuh sebanyak 3,8% terhadap yen. Kemenangan Trump tentu saja akan berpengaruh terhadap kebijakan-kebijakan yang akan diambil AS, dan itu akan sangat berpengaruh terhadap nilai tukar dolar AS.

Kemenangan Trump di atas Hillary hanya selisih sedikit, Trump unggul dengan jumlah suara 244, sementara Clinton meraih angka 215 electoral vote.

Para pemrediksi pasar keuangan belum dapat memetakan akibat dari kemenangan Trump menjadi presiden AS ini, volatilitas di pasar keuangan pun akan sulit diprediksi berapa besarnya.

Apalagi, ketika kampanye, Trump berjanji untuk mengurangi pajak dari 39.6% menjadi 33%. Dan lagi, pajak untuk perusahaan akan dikurangi dari 35% menjadi 15%. Selain itu, Trump juga berjanji untuk membuat anggaran infrastruktur sebesar USD500 milliar dan peningkatan anggaran pertahanan&kesehatan.

Kebijakan-kebijakannya ini akan berpotensi meningkatkan hutang AS sebanyak USD 5.3 triliun, sehingga diperkirakan rasio hutang terhadap PDB akan melonjak ke angka 105%, dari yang semula 77%. Beberapa kebijakannya yang lain dinilai kontroversial dan akan menimbulkan hubungan yang tidak baik dengan negara-negara lain, sehingga kenaikan Trump menjadi presiden AS dianggap bencana.

Artikel Forex Terkait

Demonstrasi 2 Desember 2016

Demonstrasi 2 Desember 2016, Akankah Mempengaruhi Pasar Modal

Artikel Forex Lainnya

Poskan Komentar

Klik di sini untuk memberi review


Submit your review
* Required Field