Tips&Trik     By : | 28 Juli 2015 08:20  |
0 5 0.0 stars -
 dari 0 komentar

Cara Membaca Chart di Forex Trading

Mempelajari tentang cara membaca Chart di Forex trading seperti yang telah dipelajari sebelumnya, kita tidak bisa mengandalkan satu tipe analisis saja dalam ber-trading, melainkan kombinasi kedua tipe analisis, yakni analisis teknikal dan fundamental. Dalam analisis teknikal, anda perlu mengetahui bagaimana cara membaca chart forex.

Salah satu komponen penting dalam analisis teknikal adalah chart/grafik. Untuk bisa melakukan analisis teknikal, anda harus bisa membaca chart ini. Sebagai permulaan, kenali dulu tipe-tipe chart/grafik yang ada dalam forex trading:

banner ayo forex

1. Line charts/Grafik garis

Chart tipe ini sangat sederhana, hanya terdiri dari garis lurus yang membentuk grafik. Garis ini membentang dari close price yang satu ke close price selanjutnya. Ketika dirangkai dengan garis, maka kita bisa melihat pergerakan harga yang umum dari satu pasang mata uang dalam periode waktu tertentu.

line chart
line chart

2. Bar Charts/Grafik Batang

Grafik berbentuk Bar sedikit lebih rumit. Berbeda dengan line chart yang hanya menunjukkan close price, grafik Bar menunjukkan opening dan closing price, serta tinggi rendah harga sekaligus. Bagian bawah dari batang mengindikasikan harga terendah yang diperdagangkan pada periode waktu tertentu, sementara bagian atas dari batang mengindikasikan harga tertinggi yang dibayarkan.

bar-chart
bar-chart

Grafik bar seringkali disebut dengan grafik ‘OHLC’, karena grafik ini mengindikasikan Open, High, Low, dan Close dari mata uang tertentu. Berikut adalah contoh grafik batang:

ohlc price bar

Open: garis horisontal di bagian kiri bawah adalah opening price

High: puncak garis vertikal adalah harga tertinggi pada periode tertentu

Low: dasar garis vertikal adalah harga terendah pada periode tertentu

Close: garis horisontal di bagian kanan mengindikasikan closing price

3. Candlestick chart

Untuk cara membaca chart forex yang menggunakan candlestick, tidak begitu sulit. Grafik berbentuk candlestick (lilin) sejatinya menunjukkan informasi yang hampir sama dengan grafik bentuk bar, hanya saja candlestick chart dikemas dalam bentuk yang lebih menarik. Hampir sama dengan grafik bar, grafik candlestick juga menunjukkan range tinggi ke rendah dalam bentuk garis vertikal.

Untuk cara membaca chart yang menggunakan candlestick, blok yang lebih besar di bagian tengah mengindikasikan range antara opening dan closing prices. Secara tradisional, jika blok di bagian tengah diisi atau diberi warna, ini mengindikasikan bahwa pasangan mata uang ditutup dengan harga lebih rendah dari saat dibuka.

Baca juga: Pola Dasar Japanese Candlestick

Contoh di bawah ini, grafik candlestick diberi warna hitam. Di bagian atas blok adalah opening price, dan di bagian bawah blok adalah closing price. Jika closing price lebih tinggi daripada opening price, maka candlestick akan diberi warna putih atau tidak diisi sama sekali.

candlestick
candlestick

Di masa sekarang, candlestick tidak melulu berwarna hitam putih, banyak platform yang memberi warna sesuai keinginan mereka, asal dapat membedakan saja.

Karena pergerakan grafik sangat cepat, anda perlu kemampuan membaca chart forex dengan cepat juga. Itu sebabnya, pemberian warna-warna pada grafik lebih efektif tinimbang hanya hitam putih saja.

colored-candlestick
perubahan warna candlestick

Nah, mengenai cara membaca chart forex tentu kini anda sudah paham. Kini, saatnya anda mencoba untuk mengenali chart forex secara langsung dengan menggunakan akun demo, baca juga artikel Siap Trading? Coba Akun Demo dulu Ya!

Sumber: Babypips.com

Artikel Forex Terkait

pola utama chart trading

Ketahui 3 Kelompok Pola Utama Chart Trading

Analisis Pasar untuk Binary Options

Analisis Pasar untuk Binary Options

14600957805_183fda09d8_b

Menggunakan Indikator ADX (Average Directional Index) dalam Grafik Forex Trading

Artikel Forex Lainnya

Poskan Komentar

Klik di sini untuk memberi review


Submit your review
* Required Field