Tips&Trik     By : | 30 Oktober 2015 17:27  |
0 5 0.0 stars -
 dari 0 komentar

Berbagai Macam Indikator Forex Trading yang Perlu Anda Ketahui

Semua yang Anda pelajari mengenai indikator dalam forex trading dapat diumpamakan seperti tool yang akan memenuhi toolbox Anda. Tooltool ini akan mempermudah Anda untuk membuat keputusan yang lebih baik ketika trading. Tentu dengan catatan Anda menggunakannya di waktu yang tepat.

Di bawah ini adalah rangkuman singkat dari berbagai indikator forex trading yang telah kita pelajari sebelumnya:

banner ayo forex

Bollinger bands

  • Digunakan untuk mengukur volatilitas pasar.
  • Bertindak seperti level support dan resistance.

Bollinger bounce

  • Strategi yang bergantung pada gagasan bahwa harga cenderung selalu kembali ke tengah-tengah Bollinger band.
  • Anda membeli ketika harga menyentuh Bollinger band.
  • Anda menjual ketika harga menyentuh Bollinger band.
  • Baik digunakan ketika pasar merentang.

Bollinger Squeeze

  • Strategi yang digunakan untuk menangkap breakout lebih dini.
  • Ketika Bollinger bands ‘menghimpit’, artinya pasar sedang sangat sepi dan breakout Ketika breakout terjadi, kita masuk ke trade.

Baca juga: Indikator Terbaik pada Grafik Forex Trading

MACD

  • Digunakan untuk menangkap tren sedini mungkin dan bisa menolong kita untuk menempatkan pembalikan tren.
  • Terdiri dari 2 moving average (1 cepat, 1 lambat) dan garis vertikal yang disebut histogram, dan berfungsi untuk mengukur jarak antara 2 moving average.
  • Kelemahan MACD yaitu keterlambatannya, ini karena MACD menggunakan banyak sekali moving average.
  • Pada intinya, menggunakan MACD adalah menunggu garis yang cepat untuk menyilang di atas, atau menyilang di bawah garis yang lebih lambat, dan masuk ke trade berdasarkan tanda tersebut karena peristiwa tersebut umumnya menandakan tren baru.

Parabolic SAR     

  • Indikator ini dibuat untuk menempatkan pembalikan tren, maka dari itu dinamakan Parabolic Stop and Reversal (SAR).
  • Merupakan indikator yang termudah untuk diinterpretasikan karena hanya memberikan sinyal bullish dan bearish.
  • Ketika titik-titik berada di atas candles, maka itu pertanda sell.
  • Ketika titik-titik berada di bawah candles, maka itu pertanda buy.
  • Paling baik digunakan saat pasar trending dengan banyak naik turun.

Stochastic

  • Digunakan untuk mengindikasikan kondisi overbought dan oversold.
  • Ketika garis moving average berada di atas 80, itu berarti bahwa pasar overbought dan kita harus mencari celah untuk menjual.
  • Ketika garis moving average berada di bawah 20, itu berarti bahwa pasar oversold dan kita harus mencari celah untuk membeli.

Relative Strength Index (RSI)

  • Hampir mirip dengan stochastic di bagian mengindikasikan overbought dan oversold.
  • Ketika RSI di atas 70, berarti bahwa pasar overbought dan kita harus mencari celah untuk menjual.
  • Ketika RSI di bawah 30, berarti bahwa pasar oversold dan kita harus mencari celah untuk membeli.
  • RSI juga bisa digunakan untuk menegaskan formasi tren. Jika menurut Anda tren sedang terbentuk, tunggulah RSI berada di atas atau di bawah 50 (tergantung apakah Anda melihat uptrend atau downtrend) sebelum Anda memasuki trade.

Average Directional Index (ADX)

  • ADX menghitung kekuatan tren yang potensial.
  • Berfluktuasi dari 0 hingga 100, di bawah 20 mengindikasikan tren yang lemah dan di atas 50 menandakan tren yang kuat.
  • ADX dapat digunakan sebagai penegasan apakah pasangan mata uang tersebut kemungkinan bisa berlanjut atau tidak tren-nya.
  • ADX dapat juga digunakan untuk menentukan ketika seseorang harus menutup trade-nya lebih awal. Contohnya, ketika ADX mulai tergelincir ke bawah angka 50, itu mengindikasikan bahwa trend saat itu mungkin akan kehilangan energinya.

Baca juga: Trading dengan Menggunakan Beberapa Indikator

Ichimoku Kinko Hyo

  • Ichimoku Kinko Hyo (IKH) adalah indikator yang mengukur momentum harga masa depan dan menentukan area support dan resistance di masa depan.
  • Jika harga berada di atas senkou span, garis di puncak bertindak sebagai level support pertama sementara garis di dasar bertindak sebagai level support Jika harga di bawah senkou span, garis di dasar membentuk level resistance pertama sementara garis di puncak adalah level resistance kedua.
  • Kijun sen bertindak sebagai indikator dari pergerakan harga di masa depan. Jika harga lebih tinggi dari garis berwarna biru, maka itu bisa berlanjut untuk naik lebih tinggi. Jika harga di bawah garis biru, maka akan tetap jatuh.
  • Tenkan sen adalah indikator dari tren pasar. Jika garis merah bergerak ke atas atau ke bawah, maka itu mengindikasikan bahwa pasar sedang trending. Jika bergerak secara horisontal, maka itu mengindikasikan bahwa pasar sedang merentang.
  • Chikou span adalah garis yang lambat. Jika garis chikou menyilang harga di arah bawah ke atas, maka itu adalah sinyal buy. Jika garis hijau menyilang harga di arah puncak ke bawah, maka itu adalah sinyal sell.

Masing-masing indikator mempunyai ketidak sempurnaan masing-masing. Ini mengapa forex trader mengombinasikan banyak indikator berbeda untuk saling menyaring satu sama lain.

Sumber: babypips.com

Artikel Forex Terkait

Alasan Mengapa Suku Bunga Penting untuk Forex Trader

Alasan Mengapa Suku Bunga Penting untuk Forex Trader

Regulasi Internasional forex

Polemik Regulasi Internasional Forex

Analisis Pasar untuk Binary Options

Analisis Pasar untuk Binary Options

Artikel Forex Lainnya

Poskan Komentar

Klik di sini untuk memberi review


Submit your review
* Required Field